<data:blog.pageTitle/>

This Page

has moved to a new address:

https://medialiterasi.id

Sorry for the inconvenience…

Redirection provided by Blogger to WordPress Migration Service
Media Literasi

21 Nov 2021

Pria Gondrong Viral Lewat Cover Lagu Aku Bukan Jodohnya

Sosok Zinidin Zidan saat ini viral di kanal Facebook yang di beri nama Zidan TV Real dan chanel Youtube bernama ZIDAN OFFICIAL dalam sepekan terakhir ini, pria asal Kabupaten Parigi Moutoung, Maluku, ini memeiliki suara Lagu-lagu melankolis dan galau memang sangat digemari oleh penikmat musik Tanah Air.

Pria yang pernah menempuh pendidikan tinggi sebagai Mahasiswa di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah  jurusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini mampu membiuskan penikmat musik melalului nyayian lagu yang di cover ulang oleh dirinya.

Belakangan ini ada beberapa lagu lawas yang dulunya sangat populer dan saat ini masih eksis. Termasuk pula lagu berjudul Buih Jadi Permadani yang belakangan ini menjadi viral terutama di media sosial.

Hal ini juga tak terlepas dari sosok Zinidin Zidan yang menjadi sorotan saat menyanyikan lagu milik grup band asal Malaysia bernama Exists.

Selain Bersura merdu, dalam beberapa video yang ada di kanal youtube nya ternyata Zinidin Zidan juga memiliki selera humor yang tinggi, sehingga ia mampu membalikan suasana hanyut penonton nya. Sehingga tak heran jika sosoknya mampu meng hipnotis para penonton atau follower di kanal Youtube nya.

Selain sering membuat konten di Youtube nya sendiri yang memiliki pengikut hampir 1 juta. Lelaki yang sering di sapa Zidan ini juga sering muncul di beberapa konten milik Tri Suaka yang merupakan musisi yang namanya telah dikenal luas oleh Youtuber Indonesia.

Dalam channel tersebut, Zidan mengcover beberapa lagu dengan suaranya yang merdu sehingga disukai banyak orang.

Terutama lagu yang terkenal saat ini adalah Aisiteru 2 dan Buih Jadi Permadani yang diduetkan bersama Nabila Maharani dan Tri Suaka.

Ia bahkan menarik perhatian musisi ternama Indonesia, salah satunya adalah Anji. Zinidin Zidan yang diketahui kini menetap di Yogyakarta. Zidan dikenal publik semenjak Cover lagu Kopi Panas 111 di TikTok.

Zinidin Zidan mulai mengcover lagu dan diunggah ke FB Zidan TV Real, channel YouTube, TikTok, hingga Instagram zin_zidan111 miliknya.

Reporter : (Ek) | Photo : Instagram zin_zidan111 


Label:

16 Nov 2021

Al- Walid MZ Butuh Doa dan Dukungan Masyarakat Aceh di Ajang Indonesia Mencari Bakat


Muhammad Al-Walid Bin Munazir putra kelahiran  2 juli 2008, Kemukiman Buloh Blang Ara, Desa Buket, Kecamatan Kuta Makmur memiliki banyak prestasi, selain bersuara merdu ia memiliki bakat berdakwah, Mengaji, Master of Ceremony (MC), Puitisasi, dan Menyanyi.

Al-Walid merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Munazir Umar (45) dan Maryana (38). Saat ini, Al–Walid masih berpendidikan sebagai siswa kelas II Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terpadu Al- Jamia’tul Islamiyah Kota Lhokseumawe.

Suara Merdu dan bakat yang dimiliki Al- Walid membuat dirinya mendapatkan beragam Prestasi baik di tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga Nasional. Diantaranya Juara I cabang Syahril Qur’an dalam olimpiade LTTQ Fatahullah UIN Jakarta  di Tinggkat Nasional Jilid III 18 hingga 21 April, 2019 silam.

Termotifasi dari (alm) K.H Zainuddin MZ sebagai pendakwah termasyhur di Negeri ini. Al–Walid yang bercita – cita menjadi Dai, saat ini sedang mengikuti Indonesia Mencari Bakat (IMB) di stasiun Trans TV. Ucap Ayahnya.

Meski ditanggung tempat penginapan oleh pihak pelaksana IMB “Munazir Umar mengharapkan dukungan dari semua Rakyat Indonesia untuk mendukung Al-Walid dan Khusunya kepada Pemerintah Aceh baik secara moril di saat tampil maupun dalam hal lain mengenai biaya kebutuhan baik berupa obat - obatan dalam mengikuti Audisi IMB di Jakarta”.

Selaku Ayah Kandung Al–Walid “mengucapkan terimakasih kepada Arafat Ali Madden, selaku Ketua DPRK Aceh Utara, Saiful Bahri (Pon Yaya) Anggota DPRA dan terimakasih yang tak terhingga kepada AKBP Eko Hartanto, S.I.K,M.H selaku Kapolres Kota Lhokseumawe yang telah mendukung Al–Walid”. Tutupnya kepada literasidigitalacehutara.id (16/11/21)

Menjelang 15 hari berlangsungnya karantina. Kamal Mz sebagai abang kandung yang mendampingi Al-Walid MZ di Jakarta mengatakan “sejauh ini tidak memiliki kendala berarti kecuali perihal makanan saja dikarenakan berbeda selera, makanan terasa manis dari pada makanan yang kami konsumsi di Aceh, sehingga lebih sering memilih makan di warung dan harus mengeluarkan biaya sendiri, padahal konsumsi juga di sediakan oleh pihak panitia. Ujarnya.

Melalui Kamal MZ, Al – Walid menyampaikan meminta doa dan dukungan disaat tampil pekan depan  di IMB. Dukungan dari seluruh masyarakat dan Pemerintahan Aceh khususnya sekaligus masyarakat Indonesia umumnya dengan cara melakukan vote melalui sms. Pungkas Kamal. (16/11/21)

Reporter : (Ek) | Photo : InsertLive

Label:

28 Sep 2021

Whatsapp Didenda 225 Juta Euro

Pengawas Otoritas data Irlandia menemukan pelanggaran peraturan privasi GDPR yang dilakukan oleh whatsaaps. Denda yang di yang harus di bayar oleh perusahaan aplikasi Whataps merupakan denda terbesar yang pernah ada berdasarkan dari Data Protection Commission dan tertinggi kedua di bawah aturan GDPR Uni Eropa. dilansir dari BBC.


WhatsApp yang bermarkas di Uni Eropa - Irlandia ini merupakan salah satu perusahaa raksasa itu mengatakan tidak setuju dengan keputusan tersebut, dan berencana untuk mengajukan banding dengan pihak otoritas yang berwenang.


Denda terkait dengan ketidak transparansi nya dalam menangani dan memberikan informasi kepada pengguna, baik memberikan informasi yang jelas kepada pengguna sekaligus transparansi penggunaan data pelanggan nya.


Aturan GDPR memungkinkan denda besar hingga 4% dari omzet global perusahaan wahataaps yang melanggar aturan tersebut. DPC Irlandia mengatakan telah menyerahkan keputusannya kepada otoritas data nasional lainnya, seperti yang dipersyaratkan di bawah GDPR, mengikuti penyelidikan yang panjang dan komprehensif dan hal ini di tentang oleh beberapa negara lainnya, termasuk Jerman, Prancis, dan Italia.


Sejumlah negara tidak menyetujui dengan adanya regulator Irlandia tentang peraturan GDPR tentang hal kerahasian data penggunan dengan perusahaan dan cara perhitungan denda nya.


Pada akhir Bulan Juli 2021, European Data Protection Board mengatakan kepada DPC Irlandia untuk mempertimbangkan temuannya dan memperhitungkan kembali denda yang diusulkan sebesar 30-50 juta euro tersebut. Hal serupa juga terjadi di Amazon, regulator Luksemburg mendenda Amazon 746 juta euro untuk karena tidak mematuhi undang-undang pemrosesan data.


Resource : BBC / Editor : (Ek) / Ilustrated Photo (Dd)

Label: