<data:blog.pageTitle/>

This Page

has moved to a new address:

https://medialiterasi.id

Sorry for the inconvenience…

Redirection provided by Blogger to WordPress Migration Service
Media Literasi

23 Nov 2021

MTQ KKN – PPM UNIMAL 2021 Tingkat Kecamatan se-Kuta Makmur Resmi di Tutup

Aceh Utara - Acara penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kuliah Kerja Nyata (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Tingkat Kecamatan Kuta Makmur resmi ditutup pada 22 November 2021.

Acara yang digelar oleh beberapa kelompok KKN di Kuta Makmur berlangsung meriah dan sukses mulai dari pembukaan hingga penutupan tadi malam.   Adapun panitia penyelenggara di antaranya Kelompok KKN 262, Desa Mc Bahagia, Kelompok 78 Desa Meunasah Buket, Kelompok 147 Desa Blang Gurah, Kelompok 263 Desa Cot rhe, Kelompok 261 Desa Blang talon dan Kelompok 020 Desa Lhokjok.

Acara yang berlangsung dari tanggal 21 s/d 22 di ikuti oleh 90 peserta dari 5 cabang yang di perlombakan, mulai lomba azan, tahfiz jus 30, hafalan doa harian, bacaan shalat, dan tartil qur’an ini remi di tutup oleh Pembantu Rektor III  Dr. Baidhawi, S.P., M.P.

Manzahari Ketua panitia pelaksana mengatakan acara yang di selenggarakan di balai pengajian misbahul huda desa blang talon tersebut berlangsung sukses dan meriah yang hadiri hampir ribuan jama'ah majelis ta'lim, masyarakat setempat, peserta dan orang tua peserta lomba serta tamu undangan dari pemerintahan Desa, Kecamatan, Hingga pejabat Kabupaten dan pejabat Kampus Unimal.

"Di acara penutupan MTQ kami buat sekalian dengan Zikir akbar, Tausyiah dari Waled Lhok Nibong, kemudian dilanjutkan dengan perayaan Maulid dan setelahnya baru acara penutupan hingga pengumuman juara" Kata Manzahari.

Penutupan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRK Aceh Utara, unsur muspika kecamatan kuta makmur,dan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan.  

Dalam kata sambutannya Pembantu Rektor III  Dr. Baidhawi, S.P., M.P menyampaikan kegiatan ini sangat positif sekali dan patut diberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN Unimal yang sudah menyelelnggarakan MTQ Tingkat Kecamatan ini.

"Ini merupakan inisiatif yang sangat luar biasa acara dalam 1 malam bisa menggelar 4 acara seligus, Zikir Akbar, Tausiah, Moled Serta penutupan MTQ" kata Baidhawi

Dalam kesempatan yang sama Ketua DPRK Aceh Utara Tgk. Arafat Ali S.E juga menyampaikan dukungan penuh untuk acara MTQ yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Unimal, baik dari formil maupun matril.

" Pembentukan karakter ini merupakan hal yang sangat penting sekali dilakukan kepada generasi muda, karna mereka lah yang akan meneruskan tugas dan tanggung jawab bangsa ini, baik dari agama serta pemerintahan nantinya" tutup Arafat.

Reporter : (Mz) | Photo : (Mz) | Editor : Miranda

Label:

22 Nov 2021

Dosen UNIMAL Bimbing Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Leubok

 

Aceh Utara – Sejumlah Dosen Unimal mengadakan pengabdian dan bimbingan teknis mengenai Tata Cara Pendirian Badan Usaha Milik Gampong di Gampong Leubok, Lhoksukon (22 / 11/ 21)

Saiful Bahri, ST., selaku Geuchik setempat juga merupakan (Alumni FT Unimal) dalam sambutan nya mengatakan bahwa gampong meunasah Leubok sudah memiliki Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang bergerak dibidang penyediaan kebutuhan untuk petani, seperti pupuk, pestisida dan alat alat pertanian lainnya,  sampai hari ini tetap berjalan, namun masih perlu pembinaan agar lebih bagus lagi dalam pengelolaannya.

"upaya untuk mendeferensi usaha lainnya dalam pengembangan gampong, dengan  hadirnya tenaga ahli yang kompeten dalam bidang perikanan, pertanian dan entrepreneurship yang bisa memberi inovasi untuk pengembangan Gampong yang mandiri". kata geuchik setempat.

Dalam kegiatan ini salah satu pembimbing, Dr. Asnawi menyampaikan bahwa pentingnya pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berkelanjutan agar dapat meningkatkan kemandirian gampong, baik aspek ekonomi maupun pemerintahan.

Kemudian Dr. Naufal melanjutkan memberikan bimbingan, mengatakan bahwa Gampong meunasah Leubok memiliki potensi pengembangan perikanan air tawar, sektor ini bisa dikembangkan secara intensif dan integratif, dari pembibitan, budidaya sampai proses pemasaran. Jelasnya.

Di kegiatan yang sama Husaini, S.E., M.B.A juga menambahkan bahwa tim dari  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIMAL siap untuk membantu pendampingan dalam manajemen baik penyusunan laporan keuangan,  pemasaran dan aspek lainnya.

Sementara itu Juni Ahyar, S.Pd.,- M.Pd melanjutkan untuk meningkatkan perekonomian Gampong agar semakin maju paling tidak ada 6 hal yang harus dilakukan digampong antara lain: mengembangkan produk usaha masyarakat, mengembangkan sektor pertanian, mengelola desa wisata, mengembangkan sektor perikanan, mengembangkan sarana olahraga, dan mengelola sektor pemasaran. Tutup Juni Ahyar.

Adapun kegiatan yang berlangsung satu hari di meunasah gampong Leubok ini di ikuti seluruh masyarakat gampong Leubok serta mahasiswa KKN.

Reporter : Juni Ahyar, S.Pd.,- M.Pd | Photo : (Ist) | Editor : (Ek)

Label:

17 Nov 2021

Peran Guru dan Dosen dalam Proses Pembelajaran

Peran Guru dan Dosen dalam Proses Pembelajaran bukan hanya sebagai pengajar saja tapi juga sebagai pendidik. Guru dan Dosen merupakan hal yang pokok dalam pendidikan. Dimana Keduanya merupakan yang mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa/mahasiswanya melalui proses belajar mengajar.

Pengertian Guru dan Dosen sendiri menurut UU No. 14 Tahun 2005 dijelaskan bahwa Guru dan Dosen adalah: "Pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, begitu juga pengertian Dosen. Dosen adalah pendidik propesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat”.

Peran seorang Guru dan Dosen dalam proses pembelajaran merupakan faktor penentu yang sangat dominan dalam pendidikan pada umumnya, dikarenakan Guru dan Dosen memegang peranan dalam proses pembelajaran, dimana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan.

Sedangkan Pembelajaran merupakan keseluruhan tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik, dengan menghitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik.

Pembelajaran itu sendiri merupakan segala upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik yang dapat menyebabkan peserta didik melakukan kegiatan belajar. Pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian kegiatan Guru dan Dosen terhadap siswa atas hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu, dimana dalam proses tersebut terkandung multi peran dari Guru dan Dosen itu sendiri.

Banyak peranan yang di miliki oleh Guru dan Dosen sebagai pendidik, atau siapa saja yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Peranan yang diharapkan dari tenaga pendidik setidaknya ada 13 Peran dalam Proses Pembelajaran.

1. Korektor

Sebagai korektor, sebagai tenaga pendidik Guru dan Dosen harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk. Kedua nilai yang berbeda ini harus betul-betul dipahami dalam kehidupan di masyarakat. Kedua nilai ini mungkin telah dimiliki peserta didik dan mungkin pula telah mempengaruhinnya sebelum peserta didik masuk sekolah. Latar belakang peserta didik yang berbeda-beda sesuai dengan sosio-kultural masyarakat dimana peserta didik tinggal, akan mewarnai kehidupannya. Semua nilai yang baik harus pertahankan dan semua nilai yang buruk harus disingkirkan dari jiwa dan watak peserta didik.

Bila Guru dan Dosen membiarkannya, berarti telah mengabaikan peranannya sebagai seorang korektor, yang menilai dan mengoreksi semua sikap, tingkahlaku, dan perbuatan peserta didik. Koreksi yang harus di lakukan terhadap sikap dan sifat peserta didik tidak hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Sebab peserta didik justru lebih banyak melakukan pelanggaran terhadap norma-norma susila, moral, sosial, dan agama.

2. Inspirator

Sebagai Inspirator, Guru dan Dosen harus dapat memberikan ilham yang baik bagi kemajuan belajar peserta didik. Persoalan belajar adalah masalah utama peserta didik. Guru dan Dosen harus dapat memberikan petunjuk (ilham) bagaimana belajar yang baik. Petunjuk itu tidak tidak mesti harus bertolak dari sejumlah teori-teori belajar bahkan dari pengalamanpun bisa dijadikan petunjuk bagaimana belajar yang baik.

3. Informator

Sebagai Informator, Guru dan Dosen harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain sejumlah bahan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum. Informasi yang baik dan efektif diperlukan dari Guru dan Dosen. Kesalahan informasi adalah racun bagi peserta didik. Untuk menjadi Informator yang baik dan efektif, penguasaan bahasalah sebagai kuncinya. Ditopang dengan penguasaan bahan yang akan diberikan kepada peserta didik. Informator yang baik adalah Guru dan Dosen yang mengerti apa kebutuhan peserta didik dan mengabdi untuk peserta didik.

4. Organisator

Sebagai Organisator, adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan dari Guru dan Dosen. Dalam bidang ini Guru dan Dosen memiliki kegiatan pengelolaan kegiatan akademik, menyusun tata tertib sekolah dan kampus, menyusun kalender akademik, dan sebagainya. Semuanya diorganisasikan, sehingga dapat mencapai efektivitas dan efisiensi dalam belajar pada peserta didik.

5. Motivator

Sebagai Motivator, Guru dan Dosen hendaknya dapat mendorong peserta didik agar bergairah dan aktif belajar. Dalam upaya memberikan motivasi, Guru dan Dosen dapat menganalisi motif-motif yang melatar belakangi peserta didik malas belajar dan menurun prestasinya di sekolah/dikampus. Setiap saat Guru dan Dosen harus bertindak sebagai motivator, karena dalam interaksi edukatif tidak mustahil ada diantara peserta didik yang malas belajar, tidak semangat dan sebagainya.

6. Inisiator

Sebagai inisiator, Guru dan Dosen harus dapat menjadi pencetus ide-ide kreatif untuk kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran.

7. Fasilitator

Sebagai fasilitator, Guru dan Dosen hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memadai untuk kemudahan kegiatan belajar peserta didik.

8. Pembimbing

Peranan Guru dan Dosen yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas, adalah sebagai pembimbing. Peranan ini harus lebih di pentingkan, karena kehadiran Guru dan Dosen disekolah/kampus adalah untuk membimbing peserta didik/mahasiswa untuk menjadi manusia dewasa susila yang cakap.

9. Demonstrator

Dalam interaksi edukatif, tidak semua bahan pelajaran/kuliah dapat dipahami. Apalagi peserta didik yang memiliki inteligensi yang sedang. Untuk bahan pelajaran/kuliah yang sukar dipahami peserta didik, Guru dan Dosen harus berusaha dengan membantunya. Dengan cara memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis, sehingga apa yang Guru dan Dosen inginkan sejalan dengan pemahaman peserta didik, tidak terjadi kesalahan pengertian antara Guru dan Dosen dan peserta didik.

10. Pengelola Kelas

Sebagai pengelola kelas, Guru dan Dosen hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik, karena kelas adalah tempat berhimpun semua peserta didik/mahasiswa dan Guru dan Dosen dalam rangka menerima bahan pelajaran dari Guru dan Dosen.

11. Mediator

Sebagai mediator, Guru dan Dosen hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media digitalisasi pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya, baik media nomaterial dan materiil.

12. Supervisor

Sebagai Supervisor, Guru dan Dosen hendaknya dapat membantu memperbaiki, dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. Teknik-teknik supervisi harus Guru dan Dosen kuasai dengan baik agar dapat melakukan perbaikan terhadap situasi belajar mengajar menjadi lebih baik.

13. Evaluator

Sebagai evaluator, Guru dan Dosen dituntut untuk menjadi seorang evaluator yang baik dan jujur, dan objektif dengan memberikan penilaian yang menyentuh aspek ekstrinsik dan instrinsik.

Penulis : Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd., CPTNA., CPSP., CBPA., CSEM., APHA., CPAH., CSEP., CPRW | Photo : (Ist)  Sebelum Pandemi Covid 19 | Editor : (Ek)

Label:

13 Nov 2021

Gubernur Aceh Buka Intenational Conference PNL 2021

Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) untuk keempat kalinya kembali menggelar International Conference on Science and Innovated Engineering (ICOSINE-4) dengan mengusung tema “Challengging Polytechnic Education in Facing the Trend of Apllied Artifical Inteligence and Cyber Technology” secara hybrid, Sabtu (14/11/2021).

Sebelumnya, PNL terbilang sukses juga dalam menyelenggarakan konferensi internasional tentang inovasi teknologi, dan sains untuk pertama kali di Sabang tahun 2018, ICOSINE-2 tahun 2019 di Malaka, Malaysia, dan ICOSINE-3 secara daring.

ICOSINE-4 yang dibuka oleh Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT diikuti oleh pemakalah  yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri seperti India, Malaysia, Turki dan Saudi Arabia.

Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT dalam sambutannya mengatakan, saat ini dunia sedang memasuki era baru yang disebut Revolusi Industri 4.0. Era yang meliputi teknologi IoT, Big Data, Artificial Intelligence atau disingkat AI, Addictive Manufacturing, Cloud Computing dan Cyber Physical System Technology. Untuk itu, pemerintah menerapkan AI diberbagai bidang termasuk industri manufaktur, digital, kesehatan, pangan, energi, pemerintahan, perbankan, keamanan dan pertahanan.

“Berdasarkan tema 4th ICOSINE PNL 2021, mari kita lihat sekilas peradaban dan perkembangan teknologi informasi, khususnya tren penerapan AI. Menurut saya, tema yang dipilih oleh PNL dalam konferensi ini sangat penting dan up to date mengingat kebutuhan akan kecerdasan buatan tidak hanya berlaku di kalangan akademisi. Akan tetapi juga berdampak lebih luas dan hampir menjadi konsumsi utama bagi seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Gubernur Nova menyampaikan, kita harus percaya bahwa pandemi Covid-19 membawa serangkaian perubahan gaya hidup dan aktivitas yang akan terus berlanjut di era pasca pandemi. Begitu juga dengan peran AI yang semakin terasa akibat akselerasi digital dan aktivitas online di masa pandemi. 

“Saat ini, perlu disosialisasikan penggunaan AI yang tepat kepada semua kalangan agar dapat digunakan dengan baik dan memberikan manfaat positif. AI mampu bekerja dengan tingkat akurasi dan konsistensi yang tinggi. AI juga dapat mempelajari sejumlah besar data untuk membuat keputusan terbaik. Oleh karena itu, penggunaannya dapat mengambil tindakan untuk meminimalkan risiko kerugian,” jelasnya

Diakhir sambutannya Gubernur Nova menyampaikan, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan dunia pendidikan tinggi dan industri untuk mendukung pengembangan pemanfaatan AI dan teknologi cyber yang berkelanjutan untuk masa depan anak-anak kita khususnya. 

"Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan PNL dalam mensosialisasikan penggunaan teknologi AI dan cyber dengan baik. Semoga konferensi ini dapat memberikan kontribusi yang baik bagi kita semua dan khususnya para peserta ICOSINE keempat di tahun 2021,” tutupnya. 

Sementara itu, Dr. Nelly Safitri, M.Eng selaku Ketua Panitia ICOSINE-4 mengatakan, dengan tema yang diusung pada masa pandemik sekarang ini, PNL ingin mengaplikasikan AI dan siber technology dalam sistem pendidikan tinggi vokasi. AI dan siber technology saat ini sudah berkembang disegala lini dari setiap lapisan masyarakat.

Dalam penyelenggaraan event ini kata Nelly, PNL bekerja sama dengan Optical Society of Malaysia (OSM), sebuah organisasi asal negeri jiran yang aktif mengelola aktivitas riset, seminar, inovasi, iklan, dan publikasi dalam bidang optikal. Sebagai tambahan, untuk tahun ini PNL juga merangkul Universitas Abulyatama untuk menjadi tuan rumah pendamping (co-host).

“Untuk publikasi prosiding, PNL bekerja sama dengan AIP Conference Series: Materials Science and Engineering, yang selama ini berhasil menerbitkan hampir seluruh karya tulis ilmiah yang dipresentasikan dalam ICOSINE. Semua karya ilmiah tersebut terindeks dalam basis data Scopus,” jelas Nelly. 

Alumni Curtin University of Technology Western, Australia ini menambahkan, untuk ICOSINE tahun ini menghadirkan keynote speakers dari dalam negeri maupun mancanegara, diantaranya Prof. Dr. Sulaiman Wadi Harun dari Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Profesor Nizamettin AYDIN dari Yıldiz Teknik Universitesi Istanbul, Turki. Associate Professor Syafiie Syamaun dari King Abdul Aziz University, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi, dan Ali Ridho Barakhbah, Ph.D, Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Surabaya, Indonesia.

Direktur PNL Ir. Rizal Syahyadi, ST. M.Eng.Sc dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kesediaan Gubernur Aceh untuk membuka ICOSINE-4. Pria yang biasa disapa Didi ini juga menyampaikan, tema yang diangkat oleh Panitia setiap tahunnya selalu mengikuti perkembangan dan trend global saat ini. 

“Saya berharap hasil ICOSINE yang dilaksanakan oleh PNL dapat memberikan kontribusi dan edukasi kepada cendikiawan kampus maupun untuk masyarakat umum,” harapnya.

Report Rilis : Ir. Muhammad Hatta, SST. MT., Koordinator Humas dan Kerjasama Politeknik Negeri Lhokseumawe | Photo : Ekslusive | Editor : (Ek)

Label:

9 Nov 2021

Webinar ke 35 Aceh Utara Mengusung Tema Cerdas dan Aman Manfaatkan Marketplace

Aceh Utara - Literasi Digital ke 35 dari total 37 webinar di Aceh Utara yang di selenggaran KOMINFO mengusung tema “Cerdas dan Aman Manfaatkan Lokapasar (Marketplace)”. (09/11/21)

Kegiatan Webinar yang akan berlangsung  pada hari Kamis tanggal 11/11/2021 pukul 09.00 WIB sampai selesai,  masih seperti biasa mengusung 4 pilar, Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital.

Pilar Kecakapan Digital akan membahas “Tips dan Trik Jualan Online dimulai dari memilih Jenis-jenis usaha online, memiliki tips dan trik jualan online sukses, dan menentukan marketplace yang sesuai dengan produk yang akan di jual di paparkan oleh Muhammad     IlHam , S.T., M.I.T

Sedangkan Pilar ke dua bertajuk Keamanan Digital yang di jelaskan oleh Dr. Drs. H Masyhuril Khamis, SH.MM selaku Direktur dan Owner PT. KBS dan Trainer Motivator Marketing (Syariah) sekaligus ketua umum PB Al Wasliyah akan membagi Tips dan Trik Aman Bertransaksi Digital, khususnya mengenai sistem keamanan yang ada di marketplace, cara aman bertransaksi di marketplace dan jenis jenis kejahatan saat transaksi digital.

Sementara untuk pilar Etika Digital yang akan disampaikan oleh Charles Purnama Siregar,Ss.,M.Si. yang berpropesi sebagai ketua Umum Jaringan Ekonomi Syariah Indonesia, Komisaris BPRS Al-Wasliyah juga merupakan Founder KUBEpedia Kemensos RI akan membahas bagaimana Menjadi Pengguna Internet yang Beradab baik dalam Berinteraksi yang santun di dunia digital, Toleransi terhadap perbedaan di dunia digital, Melakukan promosi produk dengan santun bahkan Berkomentar dengan santu saat jualan online.

Dan pilar Budaya Digital Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Produktif akan memaparkan Bagaimana menjadikan media sosial lebih produktif,  Hal-hal yang semulai hobi menjadi peluang bisnis seperti Youtuber, fotografer, jasa graphic designers, content writer, banhkan yang menyukai traveling, bahkan yang memiliki usaha traveling atau ingin mengenalkan potensi wisata daerah masing masing.

Dalam hal ini Cut Novita Srikandi, S.S., M. Hum. Selaku Narasumber di pilar Budaya Digital yang berpropesi sebagi Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara akan memaparkan Bagaimana Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Produktif angkat bicara.

“Saya menilai Program pemerintah terkait lietrasi digital ini sangat bagus dan bermanfaat, karena Berkembang pesatnya arus informasi dunia digital saat ini di masyarakat memang harus berbarengan dengan edukasi tentang literasi digital itu sendiri agar tidak terjadi hal hal yang negatif dan merusak tatanan budaya kita, apalagi segala informasi sekarang bergerak cepat. Katanya.

“Sasaran saya pada kaum milenial pengguna aktif sosial media, bagaimana sosmed tidak hanya dikonsumsi tapi juga digunakan sebagai wadah kreativitas untuk memproduksi sesuatu yang bermanfaat” Tutur pemilik akun Youtube Kavita Chanel.

Endang Kusmadi selaku ketua Literasi Digital Aceh Utara selalu mengajak seluruh masyarakat Aceh Utara khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya untuk berpartisipasi sebagi peserta dalam webinar ini dengan cara mendaftar di link dibawah ini

Link daftar https://s.id/lidigacehutara11november  dan untuk mengikuti webinar di ruang Zoom https://us02web.zoom.us/j/2017384651

Selain mendaptkan sertifikat dari Kominfo, seperti biasanya 10 peserta yang terpilih akan mendapatkan voucer e – money.

Untuk mendapatkan voucer Peserta yang mengikuti webinar harus mengajukan pertanyaan yang menarik kepada Narasumber dan aktif hingga kegiatan selesai. Tutupnya.


Reporter : Dedi | Editor : (Ek) | Photo : Flyer Literasi Digital Aceh Utara.

 

 


Label:

8 Nov 2021

Mahasiswa KKN-MK Kelompok 80 Unimal Ikut Menyukseskan Perayaan Maulid Nabi di Desa Pulo Kiton.

Bireuen - Semarak suka cita ditunjukkan mahasiswa KKN-MK Kelompok 80 Unimal dan masyarakat Gampong Pulo Kiton dalam perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 2021 di hari Minggu yang lalu.

Acara yang dilaksanakan dari pagi hingga malam tersebut disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat Gampong Pulo Kiton. Hal ini dikarenakan dalam perayaan maulid kali ini diadakan dakwah islamiah yang disampaikan oleh Tgk. Muhammad Dar, M.A. dari langsa. Ini merupakan pertama kalinya acara dakwah kembali diselenggarakan di desa Pulo Kiton sejak tahun lalu pandemi Covid-19 muncul, ini menyebabkan terbatasnya aktivitas masyarakat dalam berkegiatan sehingga dakwah pun tidak bisa diselenggarakan pada tahun lalu.

Begitu juga rasa antusiasme yang sama dirasakan oleh mahasiswa KKN-MK Kelompok 80 Unimal yang ikut berpartisipasi dalam acara maulid. Mahasiswa sudah ikut membatu untuk menyukseskan acara tersebut dua harai sebelum acara puncak perayaan, mahasiswa ikut membantu masyarakat dan panitia maulid seperti membersihkan halaman meunasah dan gudang. Menyiapkan barang-barang peralatan. Membagikan makanan kepada anak yatim, berzikir bersama santri setempat  dan membantu mendekor panggung dakwah.

Kehadiran mahasiswa KKN-MK Kelompok 80 Unimal ini sangat diapresiasi dan dihargai oleh masyarakat Gampong Pulo Kiton. Karena berkat bantuan mahasiswa, acara dapat berjalan dengan lancar. (Mz)

Editor : (Ek) | Photo : (Ist)

Label:

Pramuka UNIMAL Lakukan Napak Tilas Memperingati Hari Pahlawan di Makam Cut Mutia


Aceh Utara- Mahasiswa Universitas Malikussaleh (UNIMAL) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRAMUKA PANDEGA melakukan Napak Tilas ke makam Cut Mutia dalam memperingati hari pahlawan. (08/11/21).

Makam yang berlokasi di pedalam Aceh Utara, Gampong Alue kureng dengan jarak tempuh berkisar 50 KM dari Pusat Kota Lhokseumawe.

Acara yang di canangkan berlangsung pada 10 November 2021 merupakan bentuk Pengabdian sekaligus melakukan Tahlilan dan Yasinan dengan Mengusung Tema “Satukan Langkah Untuk Kemajuan Negeri Dengan Semangat Pahlawan”.

Perjalanan dilakukan dengan melakukan tracking mulai pada tanggal 9 November karna jarak yang ditempuh tidak bisa dilalui dengan berkendaraan.

Tawakal selaku ketua UKM PRAMUKA “mengatakan jarak dan beratnya medan tempuh yang belum bisa dilalui dengan berkendaraan, kami melakukan perjalanan dengan cara melakukan penjelajahan agar bisa sampai kelokasi, adapun serangkaian kegiatan kita nanti di sana akan melakukan yasinan dan tahlilan sebagai bentuk penghormatan kepada Pahlawan Nasiona kita itu.

Pada kesempatan ini Tawakal juga mengajak masyarakat dan pemuda yang memiliki jiwa patriotisme untuk ikut meramaikan Napak Tilas ke Makam Cut Mutia.

“Selain Yasinan dan Tahlilan kita juga ikut melakukan Penanaman Pohon, Pembesihan Makam dan Upacara Memperingati Hari Pahlawan merupakan agenda yang akan kita laksanakan. Tutupnya. (Miranda)

Editor : (Ek) | Photo : Dokumentasi UKM PRAMUKA UNIMAL


Label:

7 Nov 2021

Tahun 2021 Ratusan Wisudawan PNL Cumlaude

Lhokseumawe - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melaksanakan Sidang Terbuka dalam rangka Wisuda Program Sarjana Terapan dan Program Diploma III Angkatan XXXII Tahun 2021, Minggu (7/11/2021) di Gedung Auditorium PNL. 

Direktur PNL Ir. Rizal Syahyadi, ST. M.Eng.Sc dalam sambutannya mengatakan, lulusan yang diwisuda tahun ini sebanyak 848 orang lulusan dari 1.028 lulusan. Lulusan dari Program Sarjana Terapan 524 orang, dan 504 orang lulusan Program Diploma III. 

"Wisuda hari ini kita laksanakan dua sesi. Sesi pagi sebanyak 507 orang dari Jurusan Tata Niaga, Teknik Kimia dan Teknik Elektro. Sedangkan sesi siang sebanyak 341 orang  dari Jurusan TIK, Teknik Mesin dan Teknik Sipil," jelasnya. 

Pria yang sering disapa Didi menambahkan, lulusan dengan predikat pujian (cumlaude) yang diwisuda hari ini sebanyak 175 orang lulusan, atau 17,02 persen dari total wisudawan tahun ini. 

"Lulusan ini merupakan salah satu wujud dan bentuk tanggungjawab PNL kepada bangsa dan negara Indonesia, dan sekaligus wujud karya utama PNL dalam menghasilkan lulusan yang unggul, terampil, inovatif dan professional seiring sejalan dengan tuntutan zaman dewasa ini," terangnya. 

"Kepada orangtua kami mengucapkan selamat berbahagia atas lulusnya putra-putri bapak dan ibu sekalian. Kami menyampaikan terimaksasih atas kepercayaan yang bapak ibu berikan kepada kami. Dengan harapan untuk mendidik putra-putri bapak ibu di kampus PNL tercinta ini," tambahnya.

Diakhir pidatonya Didi mengatakan, selama 2 tahun 7 bulan 26 hari ia mengemban amanah sebagai Direktur PNL, atas kerja keras pimpinan, manajemen dan civitas akademika PNL,  dukungan stakeholders, Dunia Usaha dan Dunia Industri, alumni dan orangtua alumni. PNL telah banyak mendapatkan prestasi di tingkat nasional.

"Untuk Perguruan Tinggi Vokasi terbaik versi webometric PNL berada di peringkat kedua. Begitu juga kerjasama yang setiap tahun terus meningkat, prestasi mahasiswa di level nasional juga meningkat seperti Program Kreatifitas Mahasiswa Vokasi, Kompetisi Bisnis Mahasiswa Vokasi, Program Kreatifitas Mahasiswa, Pendanaan Program Wirausaha Mahasiswa Vokasi. Saat ini kita juga sudah diizinkan membuka Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pengelasan dan Pabrikasi, serta Program Sarjana Terapan Sektor Akuntansi Publik, dan lain-lain," papar Didi.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Ir. Sariyusda, MT yang didampingi Koordinator Humas dan Kerjasama Ir. Muhammad Hatta, SST.,MT mengatakan, pelaksanaan wisuda tahun ini tetap mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Lulusan dan orangtua wisudawan yang mengikuti acara wisuda wajib memiliki sertifikat vaksin, memakai masker standar kesehatan. Tim Protokol Kesehatan PNL akan memeriksa langsung melalui aplikasi Peduli Lindungi atau bukti fisik. Bagi orangtua wisudawan yang belum di vaksin, panitia juga menyiapkan gerai vaksin yang berada disekitar area Gedung Auditorium PNL.  Gerai vaksin yang disiapkan di bawah pengawasan Polres Lhokseumawe dan Kodim 0103/Aceh Utara," pungkas Sariyusda.


Reporter : Ir. Muhammad Hatta, SST. MT., Koordinator Humas dan Kerjasama Politeknik Negeri Lhokseumawe

Label:

6 Nov 2021

Gubernur Aceh Buka Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe

Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) menyelenggarakan Seminar Nasional (Semnas) Ke-5 Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat secara hybrid, Sabtu (06/11/2021). Semnas kali ini mengambil tema “Kolaborasi dan Sinergi Peningkatan Ekonomi Kreatif antara Pendidikan Tinggi Vokasi, Pemerintah dan Industri yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT. (06/11/21)

Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT dalam sambutannya mengatakan, bahwa PNL sebagai kampus vokasi tertua di Aceh yang baru saja merayakan Milad ke-34 pada tanggal 5 Oktober 2021 lalu mempunyai peranan yang sangat penting sebagai pelopor untuk melaksanakan strategi Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2018 – 2025 khususnya di Propinsi Aceh. Pungkasnya.

Nova menambahkan, sekarang ini kita telah memasuki fase gelombang peradaban ekonomi yang ketiga yaitu fase ekonomi kreatif yang beriorentasi pada ide-ide dan gagasan kreatif. Saat ini kita telah meninggalkan fase gelombang peradaban ekonomi pertama yaitu pertanian dan gelombang peradaban ekonomi kedua yaitu industri.

“Ekonomi Kreatif adalah sebuah kreasi seni dalam bidang dunia usaha yang digerakkan oleh para kreator dan inovator handal yang mampu membaca peluang, berani menerima tantangan dan mampu memanfaatkan segenap sumberdaya yang tersedia. Sebagian besar sektor ekonomi kreatif berkisar pada tataran usaha menengah dan bawah, sehingga sektor ini mampu menyerap sumber daya yang sangat besar,” terang nova

Lebih lanjut Gubernur Aceh menambahkan, berdasarkan UU Nomor 19 tahun 2019 menyebutkan, bahwa ekonomi kreatif merupakan perwujudan dari nilai tambah kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi. Beberapa tujuan pada UU tersebut diantaranya, yaitu: menciptakan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang berdaya saing global; menciptakan kesempatan kerja baru yang berpihak pada nilai seni dan budaya bangsa Indonesia serta sumber daya ekonomi lokal; mengoptimalkan potensi Pelaku Ekonomi Kreatif.

“Pemerintah Aceh menargetkan menjadi daerah tujuan utama wisata halal baik dalam skala local dan global. Didasari oleh sumber daya yang tersedia berupaya kekayaan alam dan didukung oleh sinergi dengan dunia pendidikan sebagai pelopor inovator dan kreator dibidang ekonomi keratif, maka kami optimis Propinsi Aceh akan menjadi salah satu model dan contoh pencapaian ekonomi kreatif di Indonesia. 

Direktur PNL Ir. Rizal Syahyadi, ST. M.Eng.Sc dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kesediaan Gubernur Aceh untuk membuka Seminar Nasional Ke 5 PNL. Rizal juga menyampaikan bahwa masa depan Indonesia ada di ekonomi kreatif. Karena ekonomi kreatif akan menjadi poros ekonomi baru, pilar ekonomi masa depan dan tulang punggung perekonomian nasional.

“Saya berharap hasil Seminar Nasional yang dilaksanakan oleh P3M PNL dapat menjadi salah satu rekomendasi yang dapat disampaikan kepada Kemenparekraf dan Pemerintah Aceh,” jelas alumni University Malaya ini.

Ketua Panitia Pelaksana Dr. Musbar, ST. MT dalam laporannya menyampaikan, untuk Semnas kali ini menghadirkan 4 orang keynote speaker diantaranya Dr. Sandiaga Salahuddin Uno (Menparekaraf), Dr. Ir. Rachmad Imbang Tritjahjono, MT (Direktur Politeknik Negeri Bandung), Dr. Ir. Achmad Hery Fuad, M.Eng (Direktur Lemtek FT Universitas Indonesia) dan Ir. Helvizar, M.Si (Kepala Dinas Koperasi dan UKM  Aceh).

“Di semnas ini panitia mampu menghimpun 94 artikel hasil kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dari bidang rekayasa dan humaniora dari berbagai PTN dan PTS di Sumatera,” tutup alumni ITB ini.

Reporter : Ir. Muhammad Hatta, SST. MT Koordinator Humas dan Kerjasama Politeknik Negeri Lhokseumawe

Label:

29 Okt 2021

Empat Kompetensi yang Harus Dimiliki oleh Dosen di Era Digital

Sebagai seorang tenaga pengajar masa kini tentunya perlu suatu adaptasi yang bisa menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Metode pengajaran zaman dahulu tentu tidak selamanya bisa diterapkan pada mahasiswa sekarang.


Hal ini tidak lain karena perkembangan teknologi yang semakin pesat dan juga anak didik yang terkadang juga ahli dalam teknologi ini. Hal semacam ini tentu perlu tambahan kompetensi yang wajib dikuasai oleh setiap Dosen.


Dengan tambahan kompetensi masa kini maka dosen akan dapat mengajarkan metode terbaik pada siswa-siswanya. Untuk memiliki kompetensi tersebut barangkali Bapak/Ibu dosen perlu memberdayakan diri baik dengan mengikuti pelatihan - pelatihan / webinar.


Berikut ini adalah kompetensi yang harus dimiliki dosen saat ini : 


1. Inovatif

Sebagai tenaga pengajar di zaman sekarang maka dituntut untuk selalu inovatif dalam mengajarkan peserta didiknya/mahasiswanya. Bentuk inovasi ini menjadi sangat penting karena agar mampu memberikan pemahaman yang lebih kepada para mahasiswa.


Untuk bisa inovatif seperti ini tentu tidak cukup berdiam diri tanpa melakukan kegiatan apapun. Untuk itu, Anda harus selalu aktif mengikuti pelatihan-pelatihan yang sifatnya berbayar atau gratis secara online agar tidak menyita waktu.


2. Paham Teknologi

Sebagai seorang dosen Anda juga tidak boleh terlepas dari yang namanya teknologi untuk menunjang proses belajar-mengajar. Jika Anda mengabaikan ini tentu metode pengajarannya tidak berkembang dan cenderung monoton seperti zaman dahulu.


Bentuk perubahan dalam teknologi ini bisa terlihat ketika dosen mengajarkan kepada anak menggunakan slide Powerpoint/ppt. Untuk bisa membuat slide/ppt yang bagus, misalnya, Anda harus belajar bagaimana cara membuat slide yang atraktif dan mampu memberi pemahaman yang lebih pada mahasiswa.

 

3. Etika di Sosial Media

Dosen bukan hanya sebagai pendidik tetapi juga harus mampu menjadi suri tauladan yang baik untuk mahasiswanya. Hal itu bisa dilakukan melalui sosial media dengan tidak menggunakan kata-kata kasar, kotor dan kata-kata buruk lainnya.


Seharusnya sebagai seorang dosen harus bisa memanfaatkan media sosial ini untuk bisa memberikan informasi yang baik serta mampu mendatangkan manfaat.


4. Cerdas

Karena perkembangan teknologi yang semakin berkembangan dan kian meningkat maka dosenpun juga dituntut untuk menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Selain itu, dosen tetap dan harus mengasah otaknya agar bisa lebih cerdas.


Dosen yang cerdas tentu akan mampu membawa perubahan yang terbaik pada mahasiswanya dalam memahami materi kuliah. Sebab, dosen cerdas umumnya akan mampu memberikan pemahaman yang lebih baik dan luas kepada mahasiswa.


Jadi di era teknologi ini seorang dosen harus paham teknologi yang nantinya perlu diterapkan dalam proses belajar-mengajar. Bentuk tersebut bisa berupa keterampilan pembuatan slide Power Point dan lain sebagainya.


Penulis : Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd., CPTNA., CPSP., CPBA, Dosen Unimal dan IAIN Lhokseumawe dan Narasumber di Program Literasi Digital Aceh Utara #IndonesiaCakapDigital.

Label:

UPTD Balai Tekkomdik Gelar Workshop Penyusunan Media Pembelajaran Berbasis Digital

Banda Aceh - Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  merupakan perihal yang tidak bisa dipisahkan dalam proses pendidikan saat ini dan memiliki pengaruh besar  dalam upaya mendukung pemerataan terhadap peningkatan mutu pendidikan di Aceh.


Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani, S.Pd, M.Pd saat membuka workshop penyusunan media pembelajaran berbasis digital yang diadakan oleh UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Kamis (28/10/2021) di Banda Aceh.


“Pembelajaran pada saat ini telah berlangsung secara daring dan luring, Pemamfaatan TIK pada satuan pendidikan menjadi sebuah keharusan agar pembelajaran dapat terus berjalan secara maksimal,” tuturnya.


Hamdani menambahkan penggunaan teknologi digital di dalam dunia pendidikan tercermin pada perubahan model pembelajaran, yaitu semakin tumbuhnya pendidikan jarak jauh dengan berbagai macam aplikasi dan alat yang digunakan.


“Dimana guru dan siswa tidak perlu berada di tempat yang sama dan semakin banyak pilihan sumber belajar yang tersedia, seperti buku elektronik atau e-book serta aplikasi digital lainnya seperti e-library, e-forum, e-journal dan sebagainya,” ungkapnya.


Dengan memanfaatkan TIK, sambungnya, materi pembelajaran dapat dengan mudah diakses melalui media elektronik. Munculnya teknologi digital sebagai salah satu media elektronik telah membentuk paradigma baru dalam proses belajar mengajar dan pengelolaan organisasi pendidikan.


“Menyikapi hal ini, Dinas Pendidikan Aceh melaluu UPTD Balai Tekkomdik telah menyusun sebuah portal media pembelajaran berbasis digital yang dinamakan Sijempol Aceh atau Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online Aceh,” terangnya.


Sementara Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, T. Fariyal, S.Sos, MM menjelaskan aplikasi Sijempol Aceh awalnya diadopsi dari aplikasi Rumah Belajar yang dicetus oleh Pusdatin-Kemendikbud Ristek.


“Namun, dalam perjalanannya memiliki kendala yang dihadapi pengguna aplikasi, sehingga Tim SIAT Diskominsa Aceh merekomendasikan UPTD Balai Tekkomdik untuk menyusun portal media pembelajaran sendiri sesuai kearifan lokal,” ucapnya.


Dijelaskan Fariyal, bahwa portal media pembelajaran digital yang sedang disusun dan dikembangkan pihaknya terdiri dari beberapa fitur, antara lain aplikasi kelas maya, aplikasi e-talenta, aplikasi radio streaming pendidikan, aplikasi video streaming pendidikan, dan aplikasi manajemen laboratorium computer Tekkomdik (Guru Cerdas).


“Sehubungan dengan hasil rekomendasi dari Diskominsa Aceh, dalam pembuatan sebuah aplikasi harus didukung oleh landasan hukum yaitu Peraturan Gubernur Aceh dan kebijakan konkrit untuk mendukung aplikasi Sijempol Aceh,” ujarnya.


Diharapkannya, melalui workshop ini dapat merumuskan draft peraturan gubernur serta panduan petunjuk teknis tentang Sijempol Aceh. Pada tahun 2022, Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik juga akan membuat dua aplikasi lagi, yaitu aplikasi tryout UTBK dan aplikasi tryout Asesmen Nasional (AN).


Sumber : ACEHSIANA.COM | Reporter : (AN) | Photo : (Dm)  Editor : (Ek)

Label: