<data:blog.pageTitle/>

This Page

has moved to a new address:

https://medialiterasi.id

Sorry for the inconvenience…

Redirection provided by Blogger to WordPress Migration Service
Media Literasi

31 Okt 2021

Ketika Mata Dibiasakan Melihat Yang Haram Maka Yang Halal Akan Hilang Lezatnya

Banyak yang merasa setelah melahirkan jadi berubah lebih jelek, atau gak seseksi jaman masih gadis. Terus suaminya jadi lebih cuek atau bahkan ada yang selingkuh. Kalo ditanya pasti menyalahkan istrinya.

Salah sendiri jadi gendut !!!...Salah sendiri jadi jelek dan tidak menarik….Salah sendiri jadi bla...bla...bla…

Akhirnya banyak ibu-ibu berandai-andai, ingin jadi cantik bin seksi. Punya wajah kaya model sampul majalah. Memiliki aset belakang mirip artis terkenal yang di asuransikan.

Apapun dilakuin. Mungkin bagi suaminya yang memiliki kemudahan rejeki dan royal sama istrinya. Bakalan rajin diajak ke klinik kecantikan mahal, doyan nge Gym untuk menjaga penapilan, beli perlengkapan tempur mahal, sekelas channel, bobbi brown dengan alasan pasti beda lah bedak yang harganya  jutaan dengan ratusan ribuan, hahaha…

Kalau yang tidak mengetahui halal haram, sudah ikutan operasi plastik demi membentuk wajah sesuai harapan. Bahkan rela menghabiskan Budget Milyaran untuk melakukan operasi plastik (Oplas) demi suami senang, agar sang suami setia…

Lha, apakah benar hal itu?...  Kalo istrinya cantik dan seksi apa suami setia ?...Ternyata salah sodara-sodara!!!

Kesetiaan itu bukan ada pada kecantikan dan keseksian istrinya, tapi pada mata, akal dan hati suaminya. Secakep-cakepnya istri, kalo suami doyan larak lirik kesana kemari tetap aja jadi ngebosenin. Misal nih, sang istri secantik bintang film korea, tetep aja sang suami yang gak punya iman, lebih suka bintang film india.

Punya istri meski secantik artis hollywood, tidak menjamin Sang Suami setia, tetap lirik sana dan lirik sini.

Kalo mata tidak dijaga, mau secantik apa istrinya, tetap bakalan membosankan. Suami yang sudah  beristrikan 4 saja kalo gak punya iman, tetap aja masih kurang.

Banyak cerita disekitar kita, istri super cakap, seksi, pintar, masih saja selingkuh dibelakang istrinya yang sah,,,, memang kalo tidak di umpetin namanya main petak umpat, hehehe,,, selingkuhannya pun juga gak mesti lebih cakep dari istrinya, alasan nya  “katanya sih udah bosen makan steak daging, pingin nyobain telor asin hehehe...

Jadi, kalau ada suami yang komplain bosan sama istri, penyelesaiannya cuma 3 :

1. Modalin istrinya buat dipermak secantik mungkin sesuai seleranya, ajak ngobrol istri, kasih tau apa yang disuka dan di benci suami. Jangan cuma nuntut doang tapi gak ada tindakan nyata, itu egois namanya.

2. Jaga matanya, Jangan dibiasain melihat yang haram, perbanyak  istighfar dan kalo perlu di ruqyah kan matanya  agar syaitan yang menyukai hubusyahwat pun pergi dan ingatkan kembali satu ayat  dalam  QS. Ali Imran [3]: 14

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

“Dijadikan indah bagi manusia kecintaan kepada aneka syahwat, yaitu wanita-wanita, anak-anak lelaki, harta yang tidak terbikang lagi berlipat ganda dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”

Karena biasanya bila matanya terjaga maka akal dan hatinya juga terjaga. Sama kaya kabel konslet yang bikin kebakaran karena arus listrik, kalo gak ada arus listrik ya gak bakalan terjadi konsleting listrik.

3. Perbanyak bersyukur, semakin banyak syukur maka akan ditambah nikmatmu. Banyak loh yang saya temui, lelaki-lelaki setia diluar sana, yang punya istri biasa-biasa saja tapi sang suami tetap sayang dan setia terhadap istrinya. Keliatan bahagia gitu.

Meski diberi kelebihan harta, tapi gak bikin suami-suami ahli surga itu tebar pesona.

Nah, kalo sudah melakukan 3 hal itu, dijamin deh (dg izin Allah) tidak ada lagi suami yang bosan dengan istrinya dan tidak ada lagi alasan selingkuh karena istri kurang cantik dan seksi.

Buat yang hobi larak lirik, tiatii yaa… Apalagi yang selingkuh, terus sampai cerai, dan lebih milih bersama selingkuhannya. ALLAH gak tidur. Suatu saat apa yang kita perbuat akan ada Pertanggung jawabannya, entah itu dibalas didunia atau diakhirat.

Mending tobat buru-buru deh… Selingkuh itu cuma nikmat sesaat. Pas udah jadi istri, sama aja rasanya. Soalnya setan yg mojok-mojokin buat selingkuh udah kabur, karena udah halal. Jangan sampai menyesal, melepas istri yang dulu hanya demi selingkuhan. Jangan sampai mata dibiasakan melihat yang haram maka yang halal akan kehilangan lezatnya.

Inspired :  FB Margaretha Theodora | Writer : Nisa

Label:

Sampah Organik dan Non-Organik

Photo Ilustrated Google
Sampah organik dan non-organik merupakan dua jenis sampah yang berasal dari sumber berbeda. Sampah organik bersumber dari organisme hidup, sementara sampah anorganik dari benda mati.

Sampah organik dan non-organik merupakan dua jenis sampah yang berasal dari sumber berbeda sehingga keduanya memiliki cara pengolahan yang juga berbeda. 
Sampah organik adalah jenis sampah yang mudah terurai, sedangkan sampah non-organik atau anorganik sangat sulit terurai, bahkan ada beberapa jenis yang membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai sepenuhnya.
Memisahkan dan mengelola sampah organik dan non-organik perlu dilakukan. Hal ini juga dapat berpengaruh dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Perbedaan sampah organik dan non-organik

Untuk dapat memisahkan sampah organik dan non-organik, tentu Anda harus dapat membedakan keduanya. Berikut ini adalah perbedaan dari sampah organik dan non-organik yang harus Anda ketahui.

1. Perbedaan sumber

Sampah organik dan non-organik memiliki sumber yang berbeda. Sampah organik dihasilkan oleh organisme hidup. Sebaliknya, sampah non-organik merupakan produk dari organisme tidak hidup dan merupakan hasil dari campur tangan manusia.

2. Perbedaan kandungan

Sampah organik memiliki kandungan karbon dan ikatan hidrogen. Sampah organik juga terdiri dari organisme hidup atau pernah hidup dan memiliki komposisi yang lebih kompleks dari sampah non-organik.
Di sisi lain, sampah non-organik tidak mengandung karbon sama sekali. Sampah ini terdiri dari materi yang tidak hidup dan memiliki karakteristik seperti bahan mineral.

3. Perbedaan ketahanan panas

Sampah organik dapat terdampak dan terbakar secara alami saat terkena panas. Lain halnya dengan sampah non-organik yang tidak dapat terbakar secara alami.

4. Perbedaan reaksi

Penelitian menunjukkan bahwa sampah atau limbah reaksi memiliki laju reaksi lebih lambat dan tidak dapat membentuk garam. Sebaliknya, sampah non-organik memiliki laju reaksi lebih cepat dan mudah membentuk garam.
Contoh-contoh sampah organik dan non-organik adalah sebagai berikut:

1. Contoh sampah organik

  • Sisa masakan
  • Buah-buahan yang membusuk (termasuk kulitnya)
  • Karton
  • Kertas.

2. Contoh sampah anorganik

  • Kaleng aluminium
  • Styrofom
  • Kertas kaca
  • Logam (sendok, peralatan masak, hiasan, dll.)
  • Kemasan plastik
  • Kaca
  • Keramik.

Pengelolaan sampah organik dan non-organik

Perbedaan karakteristik antara sampah organik dan non-organik membuat keduanya juga memerlukan cara pengelolaan yang berbeda.

1. Cara mengelola sampah organik

Cara mengelola sampah organik relatif mudah karena dapat terurai secara hayati. Selain dibuang melalui tempat pembuangan akhir (TPA) atau didaur ulang, sampah organik juga dapat dibakar. Namun, cara pembakaran karena dapat menghasilkan asap beracun.
Cara terbaik untuk mengelola sampah organik adalah dengan mendaur ulang, seperti:
  • Sampah karton, dus, dan produk kertas lainnya digunakan kembali atau dijadikan bahan baku kertas.
  • Sisa makanan dapat digunakan sebagai makanan hewan.
  • Sampah organik juga dapat diolah menjadi pupuk kompos.
  • Selain itu, sampah organik juga dapat dikelola untuk produksi biogas.
Cara-cara di atas juga dapat menjaga lingkungan menjadi lebih bersih dan aman.

2. Cara mengelola sampah non-organik

Untuk mengelola sampah non-organik, Anda tidak disarankan membuangnya sembarangan, membakar, atau menguburnya di tanah. Cara-cara tersebut hanya akan mencemari lingkungan. Beberapa cara mengelola sampah non-organik yang lebih ramah lingkungan adalah:
  • Seleksi sampah yang dapat digunakan kembali. Misalnya, toples bekas selai dapat dijadikan tempat pensil atau penyimpanan bahan makanan lain.
  • Pisahkan sampah non-organik berdasarkan jenisnya dan salurkan atau buang melalui: pemulung atau Bank Sampah yang tersedia.
  • Sampah non-organik seperti kaca, fiberglass, plastik, ban, dan komponen aluminium dapat dibawa ke pabrik produksinya masing-masing untuk diolah kembali menjadi produk baru.

Dengan cara-cara mengelola sampah organik dan non-organik tersebut, pencemaran lingkungan karena limbah sampah dapat berkurang. Hasilnya, lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan terbebas dari berbagai penyakit terkait sampah.
Lebih jauh lagi, sampah-sampah tersebut juga dapat berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan benar.
Resouce : Bacaan Berbagai Sumber | Photo : Ilustrated  From Google | Editor : (Ek)

Label:

22 Okt 2021

Ketika Perempuan Patah Hati !!!...

Salah satu perempuan yang namanya diabadikan dalam kitab suci Al Qur’an yang tak akan pernah berubah hingga akhir zaman. Kisah cintanya yang menggemparkan hati dan juga mengagumkan. Sosok Zulaikha mengajarkan bagaimana keajaiban cinta untuk ikhlas dalam melepaskan sesuatu dalam hidupnya.


Menilik ceritanya yang pelik. Hatinya tertawan oleh ketampanan seorang insan pilihan. Yusuf,  namanya. Laki-laki utusan Allah, yang memiliki perangai indah. Ketampanannya tersohor, kecerdasannya pun tak diragukan serta akhlaknya yang dipuja. Zulaikha terpesona begitu dalam, sehingga perasaan itu membawanya pada sebuah nuansa yang kelam.

 

Zulaikha mengatur siasat, merayu Yusuf dengan perhitungan yang dianggap tepat. Namun, Allah Awt selalu memberikan jalan untuk hamba yang bertahan atas nama iman. Dalihnya memanggil Yusuf karena ada keperluan, tetapi tujuannya untuk mengikuti hasutan, hawa nafsunya yang tak bisa dikalahkan. Yusuf menolaknya, mengabaikannya, melarikan diri darinya. Yusuf berkata takut pada Rabbinya. Yusuf bisa menerobos pintu-pintu yang sebelumnya terkunci rapat. Tentu saja atas izin-Nya. Lihat, betapa mudah bagi Allah untuk membuka dan menutup sesuatu.

 

Zulaikha kalap, pikirannya semakin gelap. Zulaikha menarik baju Yusuf dari belakang, maka sobeklah baju itu. Zulaikha kemudian menuduh Yusuf berniat keji kepadanya. Allah Swt menunjukkan bahwa Yusuf bersih dari tuduhan Zulaikha yang hatinya sudah teracuni rasa ingin memiliki. Bayi yang hanya bisa menangis, kemudian bisa berbicara manis. Zulaikha terkejut, dan ia tersudut. Sobekan baju Yusuf menjadi bukti bahwa Yusuf tak bersalah. Zulaikha, sekali lagi kalah. Kisah ini pun abadi. Selalu diceritakan dari masa ke masa. Lihat, bagaimana mudahnya Allah yang Maha Kuasa menunjukkan mana yang salah dan benar.

 

Sejak kejadian itu, Zulaikha menjadi buah bibir, ia dicibir. Bagaimana bisa, seorang Zulaikha jatuh cinta pada hamba sahaya? Zulaikha tak terima atas semua itu. Ia ingin membuktikan, bahwa semua perempuan akan melakukan hal yang sama. Tak ada satupun yang bisa lepas dari pesona Yusuf. Maka diadakanlah sebuah pesta di rumahnya. Semua perempuan diundangnya. Sebuah pisau dan buah apel diberikan kepada para perempuan sebagai tamunya. Kemudian ia memanggil Yusuf, membawakan makanan. Saat Yusuf melintas, maka tak ada tatapan mata yang lepas dari wajah ketampanan Yusuf. Tanpa mereka sadari, tangan merekalah yang diiris dengan pisau ditangannya. Zulaikha tersenyum sinis. Ah, mereka pun tak jauh beda dariku, pikir Zulaikha. Mereka hanya melihat Yusuf sekali, tapi sudah bisa membuat mereka melukai diri sendiri. Sedangkan aku, melihat Yusuf setiap hari, bagaimana aku tak jatuh hati, hingga membuat siasat yang begitu berani. Itulah yang terpikir oleh Zulaikha waktu itu.

 

Zulaikha tak mau menyerah. Ia tak kenal lelah. Ia bersikeras. Suaminya mengeras. Memilih Yusuf si kaki tangan atau istrinya yang menawan. Yusuf pun dikorbankan. Ke penjara ia dimasukkan. Yusuf Bukannya susah hati, ia malah senang hati. Karena bisa dijauhkan dari Zulaikha, ia takut terpedaya godaan dunia.

 

Waktu berlalu. Zulaikha masih menunggu. Hingga Yusuf berubah menjadi pemimpin umat, orang penting bagi rakyat. Yusuf menafsirkan mimpi, dan menyelamatkan negeri dari musim paceklik. Sedangkan yang terjadi pada Zulaikha terbalik. Zulaikha menua dan kehilangan segalanya. Harta telah sirna, kekuasaan dan kecantikannya binasa dimakan masa dan usia.



Roda kehidupan yang berubah, membuat Zulaikha membelokkan arah, mencari hidayah. Ia bertanya-tanya, siapa Dia yang begitu dicintai Yusuf, sehingga menolak cintanya? Cinta dari wanita yang tersohor kecantikannya. Siapa Dia yang membuat Yusuf tak kenal takut melawan maut? Siapa Dia yang membuat Yusuf tak pernah menjerit meski dilibas sakit. Sedangkan patung-patung yang diagung-agungkannya, tak pernah sekalipun menolongnya, bahkan ketika ia butuh pertolongan.

 

Titik balik kehidupan Zulaikha dimulai. Zulaikha mengenal Allah dari sebuah peristiwa patah hatinya. Ia dekat dengan Allah karena rasa sakitnya. Ia menjadi begitu cinta pada Allah karena rasa kecewanya pada manusia. Zulaikha sadar bahwa satu-satunya tempat berharap dan bergantung adalah Allah. Allah Swt maha segalanya, menyembuhkan yang sakit, merekatkan yang patah, dan Allah membahagiakan yang kecewa. Hanya Allah-lah yang kita jatuhi hati, tak akan membuat kita patah hati. Zulaikha mengikhlaskan Yusuf untuk wanita lain yang lebih dicintainya. Baginya cinta dari Allah sudah sangat cukup, ia tak akan mengejar cinta lagi dari laki-laki yang bernama Yusuf itu.

 

Zulaikha berubah menjadi wanita shalehah. Bukankah wanita shalehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia dan dicemburui bidadari syurga? Tak ada kerutan di wajahnya, menua pun telah sirna darinya. Ia seperti perempuan muda. Cantik dan menawan seperti dulu kala. Kemudian yang pergi pun kembali. Yang sempat hilang darinya kini pulang padanya. Yang dulu sangat diinginkan, yang ia perjuangkan mati-matian namun akhirnya ia merelakan semua berjalan sesuai aturan-Nya, pun menjadi miliknya dengan cara yang diridha-Nya. Yusuf menyuntingnya. Menjadikan Zulaikha sebagai istrinya. Subhanallah …

 

Mari kita belajar dari kisah Zulaikha, seseorang yang begitu kita inginkan jika kita kejar habis-habisan, mati-matian, maka kita akan kelelahan yang tak berkesudahan. Banyak waktu terbuang percuma, dan saat itu kita bisa kehilangan segalanya. Menjadi orang yang menyedihkan karena perasaan yang tak terbalaskan. Namun, jika kita melepaskan, merelakan dan mengikhlaskan, semua dilakukan semata-mata Lillahitaala, maka seseorang itu akan datang dengan sendirinya tanpa diminta. Jika memang ‘seseorang’ itulah yang ditakdirkan untuk kita.

Yang pasti ikhlas itu melegakan. Membuat kata “melepaskan” menjadi menentramkan jiwa. Merelakan ketika menginginkan, membuat keajaiban menjelma menjadi kenyataan yang mengagumkan. Jika yang ‘diikhlaskan’ tak kembali, maka tentu saja akan ‘diganti’ dengan  yang lebih baik dari yang terbaik. Semua itu bukan hal yang sulit bagi-Nya? Kita hanya cukup percaya. Itu saja. Zulaikha, ambisinya  berubah menjadi ibadahnya. Ah, seharusnya kita semua harus mengucapkan sebuah kata : “Saya butuh hati seikhlas Zulaikha melepaskan Yusuf”. Sungguh kita butuh hati yang seperti itu. Semoga kita menjadi makhluk yang dicintai oleh Allah Swt sebagai pemilik yang sesungguhnya. (@TM)


Resouce : https://variyaka.wordpress.com/ | Photo: Ilustrated Google | 

Writer : Assoc. Prof. Dr. Drs. T.M. Jamil, M. Si

Label:

Subhanallah … Beginilah Nasehat Rasulullah, Yang Jarang Diketahui Orang

Empat nasehat Rasulullah SAW untuk beberapa suami tentang pekerjaan membersihkan baju yang terdapat dalam buku ciptaan Syaikh Fuad Shalih yang berjudul Liman Yuriidu Az Ziwaaj wa Tazawuj.


Syaikh Fuad terasa mesti mencantumkan hadits ini supaya beberapa suami selekasnya mengerti supaya tidak selamanya menuntut istri menghadirkan yang terbaik untuk dianya, demikian sebaliknya ia harus juga menghadirkan yang terbaik untuk istrinya.


Empat nasehat ini begitu mengajarkan suami untuk jadi yang terbaik dirumah. Tersebut empat nasehat yang di sampaikan Rasulullah SAW :

Cuci Bajumu : Saran pertama ini mempunyai dua dimensi. Dimensi pertama ada pada sistem. Dimensi ke-2 terdapat pada akhirnya. Sebagai satu sistem, “cucilah bajumu” bermakna sharing dengan istri dalam merampungkan pekerjaan-pekerjaan di rumah, terutama untuk keluarga yg tidak mempunyai pembantu rumah tangga. Membersihkan pakaian tak dibebankan pada istri saja, namun suami harus juga mengerjakannya. Baik membersihkan dengan tangan ataupun dengan mesin pencuci.


Rencana sharing pekerjaan berikut yang di sampaikan oleh Rasulullah. Meskipun beliau yaitu Nabi, pemimpin negara, qiyadah dakwah serta panglima perang, beliau senantiasa meluangkan diri untuk menolong istri-istrinya merampungkan pekerjaan rumah tangga.


Baca JugaHAM dalam Perspektif Islam


Dilihat dari dimensi hasil, “cucilah bajumu” bikin suami tampak dengan baju rapi serta tampak menjengkelkan di depan istrinya. Cukup banyak suami tak memerlukan penampilan yang rapi dihadapan istrinya, terutama saat malam tiba. Demikian sebaliknya, ia senantiasa menuntut istrinya tampak sempurna dihadapannya, kenapa ia tak menuntut dianya lakukan hal yang sama.


Di dalam Islam senantiasa menjunjung keadilan bukan? Kita beberapa suami kadang-kadang belum juga mengerti kalau wanita itu tidak selamanya mencurahkan perasaannya pada suami.


Ia kadang-kadang menyimpannya di hati serta berupaya menyabarkan diri. Waktu kita beberapa suami dengan gampang menyampaikan “Pakailah pakaian yang indah”, beberapa istri cuma menahan sabar lihat kita menghampirinya dengan pakaian berbau maupun kusut. Mari kita mengawali berupaya mengubah itu semuanya untuk istri yang berupaya senantiasa jadi sosok wanita hebat di depan beberapa suami.


Resouce : https://variyaka.wordpress.com/ | Writer : Assoc. Prof. Dr. Drs. T.M. Jamil, M. Si

Label:

HAM dalam Perspektif Islam

Jauh sebelum dunia Barat memperkenalkan Hak Asasi Manusia alias HAM pada sekitar abad XVI-XIX, Islam sudah terlebih dahulu memperkenalkan konsep HAM pada 1.300 tahun sebelumnya.

Bahkan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, merupakan salah satu sosok revolusioner sekaligus pejuang penegak HAM yang paling gigih se antero jagad. Ia tidak hanya sekedar membawa serangkaian pernyataan HAM yang tertuang dalam kitab suci (Al-Qur’an), namun juga memperjuangkan dengan penuh pengorbanan dan kesungguhan.

Salah satu kegigihan Nabi dalam memperjuangkan HAM, yakni memurnikan ajaran maupun kebiasaan yang ada pada zamannya, yakni tradisi masyarakat Arab Jahiliyah di Makkah yang sangat bertentangan dengan konsep HAM.

Dalam catatan sejarah, Islam juga sudah mengenal apa yang disebut dengan HAM. Salah satunya dibuktikan dengan adanya bentuk perjanjian konkrit yang disebut sebagai Piagam Madinah pada tahun 622 Masehi.

Bukti lainnya berupa pidato Muhammad bin Abdullah pada tahun 632 Masehi, yang dikenal dengan sebutan Deklarasi Arafah. Bahkan deklarasi tersebut disebut-sebut sebagai dokumen tertulis pertama yang berisi tentang HAM.

Secara sederhana dapat disimpulkan, jika dunia internasional baru mengenal HAM ribuan tahun pasca adanya konsep HAM mempuni yang diprakarsai Islam pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dalam perkembangannya, HAM (Human Rights, bahasa Inggris) diartikan sebagai sebuah konsep hukum dan normatif yang menyatakan bahwa manusia memiliki hak yang melekat pada dirinya karena ia adalah seorang manusia. HAM berlaku kapanpun, di manapun, dan kepada siapapun, sehingga sifatnya universal.

HAM pada prinsipnya tidak dapat dicabut, juga tidak dapat dibagi-bagi, saling berhubungan, dan saling bergantung. HAM biasanya dialamatkan kepada negara dengan kata lain negaralah yang mengemban kewajiban untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi HAM, termasuk dengan mencegah dan menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukan oleh swasta.

Dalam terminologi modern, HAM dapat digolongkan menjadi hak sipil dan politik yang berkenaan dengan kebebasan sipil. Seperti gak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa dan kebebasan berpendapat. Termasuk juga hak ekonomi, sosial dan budaya yang berkaitan dengan akses ke barang publik. Seperti hak untuk memperoleh pendidikan yang layak, hak atas kesehatan, dan lainnya.

Secara konseptual, HAM dapat dilandaskan pada keyakinan bahwa hak tersebut ‘dianugerahkan secara alamiah’ oleh alam semesta, nalar atau bahkan Tuhan. Mereka yang menolak penggunaan unsur alamiah meyakini bahwa hak asasi merupakan pengejawantahan nilai-nilai yang disepakati oleh masyarakat.

Selain itu ada pula yang menganggap HAM sebagai perwakilan dari klaim-klaim kaum yang tertindas, dan pada saat yang sama juga terdapat kelompok yang meragukan keberadaan HAM sama sekali dan menyatakan bahwa HAM hanya ada karena manusia mencetuskan dan membicarakan konsep tersebut.

Ditinjau dari sudut pandang hukum internasional, HAM sendiri dapat dibatasi atau dikurangi dengan syarat-syarat tertentu. Biasanya harus ditentukan oleh hukum, memiliki tujuan yang sah dan diperlukan dalam suatu masyarakat demokratis. Sementara pengurangan hanya dapat dilakukan dalam keadaan darurat yang mengancam ‘kehidupan bangsa’.

Memang masyarakat kuno tidak mengenal konsep HAM universal, seperti halnya masyarakat modern. Pelopor dari wacana HAM adalah konsep hak kodrati yang dikembangkan pada abad pertengahan, dipengaruhi wacana politik selama Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. Konsep HAM modern akhirnya muncul pada paruh kedua abad 20, terutama pasca dirumuskannya Pernyataan Umum tentang HAM di Paris (Prancis) pada 1948 silam.

Sejak saat itu, HAM mengalami perkembangan yang pesat dan menjadi semacam kode etik yang diterima dan ditegakkan secara global. Pelaksanaan HAM dalam skala internasional diawasi oleh Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sepeti Dewan HAM dan Badan Troktat hingga Komite HAM dan Komite Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

Sementara di tingkat regional, HAM ditegakkan oleh Pengadilan HAM Eropa, Pengadilan HAM Antar-Amerika, serta Pengadilan HAM dan Hak Penduduk Afrika. Bahkan kovenan internasional tentang hak-hak sipil dan politik hingga hak ekonomi, sosial dan budaya sendiri sudah diratifikasi oleh hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia.

Bahkan empat negara di kawasan Asia Tenggara, yakni Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura. Diwakili menteri agama masing-masing, sepakat mewujudkan resolusi yang berisi tujuh poin tentang HAM dalam perspektif Islam.

Pertama, umat Islam diharapkan melengkapi diri dengan ilmu dan keterampilan yang tepat melalui sumber terpercaya untuk menghadapi berbagai doktrin dan tantangan baru. Hal itu demi memastikan hak-hak yang diperjuangkan sesuai prinsip dan bebas dari unsur yang bertentangan dengan Islam.

Kedua, perlunya memberdayakan komitmen kehidupan beragama sebagai satu cara hidup, demi memastikan setiap individu muslim mampu menyikapi realitas kehidupan saat ini yang berporos kepada prinsip dan panduan ajaran Islam.

Ketiga, mencari titik persamaan atas nilai-nilai kemanusiaan seperti martabat dan kehormatan, kemerdekaan dan kebebasan, kesetaraan dan kesamaan, serta persaudaraan sebagai dasar kesempatan untuk bekerjasama menangani isu-isu hak asasi manusia yang sejalan dengan Islam.

Keempat, menyebarluaskan pemahaman tentang Islam sebagai satu sistem nilai dan etika, yang berkontribusi kepada kebaikan bersama.

Kelima, Memperkuat perjuangan hak asasi manusia yang sejalan dengan tuntutan Islam, berdasarkan strategi menekankan prinsip-prinsip Islam sebagai sistem etika tentang HAM, meningkatkan pemahaman masyarakat terkait prinsip HAM sesuai etika Islam, serta meningkatkan efektivitas jaringan kerjasama antarotoritas agama di setiap negara, organisasi dan individu, demi memperkuat perjuangan isu-isu hak asasi dari perspektif Islam.

Keenam, siap menjalin kolaborasi program penjelasan HAM dari sudut pandang Islam melalui kerja sama strategis di antara negara anggota.

Ketujuh, forum menyepakati penulisan konsep HAM dari sudut pandang Islam yang dibentangkan dalam konferensi ini dapat diterbitkan atas nama MABIMS (Forum Menteri Agama Brunai, Indonesia, Malaysia dan Singapura) sebagai sumber informasi bagi para peneliti yang bisa dijadikan referensi di tingkat negara anggota, serta masyarakat antarbangsa. [adm]

Resouce : https://alkhairat.ac.id/ | Writer Samsul Arifin, 

Label: